Usai Modifikasi Total, Daihatsu Hijet Ini Ditawar Rp185 Juta
KARANGANYAR- Sepintas tidak ada yang menarik dari deretan mobil Daihatsu Hijet keluaran tahun 80an yang mejeng di Jambore Hijet 1000. Selai...
https://posdaihatsu.blogspot.com/2014/03/usai-modifikasi-total-daihatsu-hijet.html
KARANGANYAR- Sepintas tidak ada yang menarik dari deretan mobil Daihatsu Hijet keluaran tahun 80an yang mejeng di Jambore Hijet 1000. Selain kondisinya yang mayoritas didominasi cat kusam, rata-rata usia kendaraannya sudah tua dan harga jualnya sekarang cukup murah.
Tapi nanti dulu, dengan renovasi total, ternyata ada microvan cikal bakal Daihatsu Gran Max tersebut yang menjelma menjadi mobil bernilai jual cukup tinggi, setara mobil keluaran baru.
Salah satu sang pemilik, Asbak Dina, warga Karangpandan, Karanganyar, Jawa Tengah, mengatakan Hijet tahun 80 miliknya sudah ditawar dengan harga Rp185 juta. Jauh lebih tinggi dibanding saat Asbak Dina pertama membelinya dengan harga Rp13 juta.
"Tapi biar ditawar cukup tinggi, saya tidak melepasnya. Bukan saya menolak rejeki,tapi mobil ini memiliki hoki buat saya," papar Asbak Dina saat ditemui Okezone, di sela-sela gelaran Jambore Hijet 1000 di lapangan Jati, Jaten, Karanganyar, Kamis (12/9/2013).
Asbak Dina mengaku sejak memiliki Hijet tersebut, usaha bengkel yang ditekuninya mendapat keuntungan yang sebelumnya tidak pernah tercapai.
Modifikasi
Saat Okezone mendapat kesempatan untuk melihat Hijet 'Subagio' ini dari dekat. Jimat keberuntungan Asbak Dina terlihat mencolok dibanding deretan Hijet lainnya yang pamer diri di Jambore Hijet 1000.
Dari luar, bentuk asli memang masih dipertahankan, kehadiran velg baru model BBS mengangkat kesan JDM style. Sekujur badannya kini berubah warna menjadi hitam kelam, membuat sosoknya terkesan lebih kekar.
Beda dengan tampilan eksterior, sektor interior justru mendapat rombakan total. Posisi jok baris kedua telah berganti menjadi sofa empuk berwarna cream. Tidak ada lagi konfigurasi bangku sampai baris ketiga, jok dipensiunkan, kini seperangkat sistem audio ala in car entertainment penuh menyesaki bagian belakang.
Demi kepuasan visual, televisi layar besar disematkan diantara kabin pengendara dan penumpang belakang. Selain bisa digunakan layaknya televisi konvensional, gadget ini juga mampu difungsikan seperti monitor.
Meski lawas, model Hijet yang terkenal tanpa hidung dan bermesin tengah ini diberi perangkat jaringan tanpa kabel, WiFi. Ditemani mini bar lengkap dengan kulkas mini dan kompartemen lainnya, suasana perjalanan jadi lebih menyenangkan dengan hamparan lampu disco.
Modifikasi masih berlanjut ke kabin pengendara, batang kemudi punya panel kontrol segala aktivitas entetainment. Lebih keren lagi karena kondisi dashboard didesain ulang model kastem.
Tidak lagi panas-panasan di jalan karena tingkat kenyamanan kabin naik kelas dengan kehadiran penyejuk kabin (AC). Asbak Dina mengaku telah menggelontorkan dana sampai Rp50 juta sampai kondisi mobil kesayangannya bisa terlihat seperti ini.
"Tidak sekaligus diubah, tapi bertahap satu persatu. Totalnya sampai Rp 50 juta. Kalau mesinnya masih orisinil Hijet," jelasnya.
Hijet milik Asbak Dina bukan satu-satunya hal unik yang ada di Jambore Hijet 1000. Masih ada 270 Hijet lain yang datang dari dari berbagai kota di Indonesia, seperti Bandung, Kuningan, Semarang, Kudus, Jepara, Demak, Solo, Surabaya, DIY, Purworejo dan Karanganyar.
Selain menampilkan Hijet yang kebanyakan sudah di modifikasi, Jambore Hijet 1000 bertujuan untuk mempererat persaudaraan para pecinta Hijet. Ditampilkan juga Hijet yang beraksi layaknya Jeep hardtop, termasuk mengakut tujuh orang sekaligus di atap Hijet.
(zwr)
sumber http://autos.okezone.com/read/2013/09/12/312/865223/usai-modifikasi-total-daihatsu-hijet-ini-ditawar-rp185-juta
